Living Journey

A Journey To A.Md.

Aku masih ingat masa masa terberat tergalau 2015. Pokoknya 2015, it was the most galau-est time of my life. Saat itu titik awal hidup kalo dipikir pikir hehehe, tahun itu udh harus menentukan step selanjutnya aka keputusan bagaimana sementara lagi masa pencarian jati diri.

Tidak diterima di Univ PTN deket rumah hampir membuatku sedih berkelanjutan, sampai ga mikir 2x untuk memilih kerja dan berkuliah bersamaan. Keputusan kuliah memang sudah diambil matang, apalagi tentang jurusan yang akan ditempuh. Akhirnya terpilih lah keputusan kuliah dan kerja yang ‘out of planning’ tapi aku percaya bahwa semua kejadian itu udh ada yang ngatur. Everything happen for a reason ya.

Oke 3 tahun kedepan akan berat. Be ready!

Jalan 3 tahun, untuk tahun pertama terasa berat. Hampir tiap hari galau apakah ini keputusan yang nyata. Kerja dari jam 7 hingga jam 4 sore dilanjut jadwal kuliah dari jam 5 sore sampai malam yang kadang waktunya tidak menentu. Jujur awal awal aku lelah, sedih berkepanjangan, belum mampu mengatur waktu, sering uring-uringan ke mama padahal itu keputusanku. Banyak juga yang menyayangkan, mengapa memilih keduanya padahal sudah jelas jawabannya kamu akan lebih fokus kerja daripada kuliah. Tapi prinsipku keduanya harus jalan.

Tapi lingkungan kerja yang islami mengajarkanku banyak hal, belajar sabar, melatih mental dan lebih mendekatkan diri ke Allah SWT. Perlahan aku bisa menerima, bisa ikhlas dan insyaallah akan bertahan untuk 2 tahun kedepan.

Lagi lagi ‘out of plan’ yang tadinya akan 1 atau 2 tahun saja disini jadi melipir nunggu kuliah tamat dan menuntaskan goal pekerjaan. Lagi lagi plin plan dalam ngambil keputusan. Banyak yang bilang kalo sudah kerja biasanya tidak akan terlalu memikirkan kuliah, tapi nyatanya aku masih mau belajar bukan semata mata gelar. Walaupun perkuliahan yang kadang menjengkelkan, tapi perkuliahan ini banyak memberikan pengalaman dan koneksi kalo buatku. Karena masuk kelas karyawan jadi lebih banyak teman yang umurnya diatasku, mereka semua lebih sabar, ga jarang kita tuker cerita. Cerita lelahnya kerja, cerita percintaan haha, dll.

Untuk urusan kerja jangan ditanya, aku kerja di tempat yang mengharuskan menatap layar hingga 8 jam, kebayang duduk selama itu? Tapi aku bersyukur karena pekerjaan ku tidak harus berdiri selama 8 jam. Selain duduk, kerjaanku juga menuntutku untuk berpikir, menentukan strategi, melatih kesabaran karena berhubungan dengan SEO dan algoritma google. Selama 3 tahun bekerja ini aku sadar, aku lebih mengenal diri sendiri.

Jangan tanya tentang main! haha main ku tetap jalan karena prinsipku, work hard | study hard dan play hard. Beruntung aku punya teman-teman yang mengerti waktuku, mengerti keadaanku dan tak jarang juga bentrok jadwal main bersama mereka.

Hari ini tanggal 3 September 2018 dimana Tugas Akhirku sudah beres. Bergelut dengan tugas akhir selama 4 bulan. Mencari tempat riset dengan berbagai drama sempet nangis, mengatur jadwal riset, mengatur jadwal kerja, kebayangkan kalo riset gabisa di jam pulang kerja ? Kebayangkan kalo kerja itu susah izin karena kita punya tanggung jawab? Karena kantor kita punya orglain bukan punya kita hehehe. Sempet down, selama 4 bulan jerawat terus bermunculan, pengen ngeluh rasanya tapi ku ingat Gitasav aja di jerman yg notabenenya untuk hidup aja jauh dari ortu dan nimba ilmu disana ga ngeluh masa aku ya cm segini doang masih di Indo, msh sama ortu dan masih dapat jajan dari ortu meskipun udh kerja tapi masih tetep ngeluh ? (haha nyamain sama gitasav).

Tapi Alhamdulillah semuanya beres dan terbayarkan dengan nilai tugas akhir yang cukup dan dosen penguji yg diluar ekspetasi (luar biasa). Setelah itu apa ? Setelah itu tentu membuat planning selanjutnya, apakah masih mau tetap kerja atau keluar kerja dan melanjutkan studi S1. Keputusan yang tidak boleh sembarang lagi, harus dipikiran matang-matang. Karena ada pepatah mengatakan, “Hati-hati dalam memilih 2 hal : Pekerjaan dan Jodoh karena 2 hal itu akan menghabiskan sebagian besar waktu kita”.

Kerja 3 tahun di tempat yang sama dirasa cukup ya. Pikirku kini saatnya memulai hal baru, kerja di tempat baru. Tp apa iya kerja di tempat baru akan lebih asyik ? Apa iya bisa enjoy ? Terus bagaimana dengan meneruskan study ?. Semuanya bergelut dalam otaku, bingung harus pilih yang mana, bingung harus mengambil keputusan apa. Lagi lagi semuanya harus dibarengi dengan istikharah karena hanya kepada Allah harusnya kita bertanya terkadang saran dari sekitar ga terlalu membuahkan hasil, tapi hatiku belum 100% tau mana yang harus dipilih. Ah sudahlah ku bingung.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *